Rabu, 27 Maret 2013

Ya habiby....

Suami adalah penyebab engkau masuk surga atau masuk neraka

"Assalamu'alaikum....".
"Wa'alaikum salam, darimana ya habiby...?". (sambil senyum)
"Biasa, dari habis main sambil menghambur-hamburkan uang yang 2 milyar...". (sambil tertawa kecil)
"Jiaaahhh... kaya' bener aja ya habiby..". (ikut tertawa)
"Iya donk, hidup ini buat apa kalau ngga dinikmati. Selagi kita bisa menikmati, ya dinikmati aja...". (masih dengan tawa yang sama)
Itu adalah sedikit candaan ketika menyambut suamiku pulang dari pekerjaannya. Candaan yang ku harap bisa melepaskan sedikit penatnya setelah lelah seharian mencari nafkah untuk kami. Terima kasih ya Allah, Engkau mengembalikan suamiku dalam keadaan selamat, tidak kurang suatu apapun.

Tidak banyak yang bisa kulakukan sebagai ibu rumah tangga biasa. 
Di setiap hari, aku hanya mencoba memberikan yang terbaik yang aku bisa lakukan kepada keluarga kecilku. Mungkin apa yang ku lakukan bukan hal yang istimewa tapi setidaknya senyuman, tawa canda selalu ku hadirkan di setiap menyambutnya pulang. Berharap bahwa keceriaan yang selalu ku hadirkan meringankan beban dihatinya setelah melalui hari yang berat.

Ya habiby, semoga kau bisa menerima sedikit hiburan kecil dariku..
Aku mungkin tidak bisa memberikan hiburan yang mewah seperti yang lain, tapi kau pasti tahu dan bisa merasakan bahwa senyumanku dalam setiap menyambut kedatanganmu adalah senyuman tulus dan penuh cinta.
Aku mungkin tidak bisa menghidangkan makanan mahal di makan malammu sepulang bekerja seperti hidangan yang pernah kau temukan diluar, tapi aku percaya, kau bisa merasakan kasih sayang dari setiap hidangan yang ku berikan kepadamu.
Aku mungkin bukan penghibur hati yang paling sempurna bagimu, tapi akupun percaya, kau bisa menilai dan menerima tulus hatiku menjadi teman setia dalam setiap dukamu.

Ya habiby qalby...
Aku tidak meminta cinta yang sama besar darimu seperti cintaku padamu.
Aku tidak meminta kemewahan dunia yang tak akan ada rasa puas didalamnya bila kita tidak bersyukur.
Aku tidak meminta menjadi yang nomor satu didalam hidupmu.
Cukup jadikan aku teman dalam suka dan dukamu.
Jadikan aku teman dikehidupan dunia dan akhiratmu.

Ya habiby...
Ana uhibbuka fillah...
Semoga Allah selalu memberikan kebaikan diantara kita dan menghilangkan keburukan diantara kita..
Semoga Allah selalu merahmati kita dengan kasih sayang..
Aamiin ya Rabb...
---------------------------
Artikel :  My Diary

Tidak ada komentar:

Posting Komentar