![]() |
Mudah-mudahan fenomena alam ini makin menambah keimanan kita, dan menjadikan kita terus bersyukur kepada Allah yang telah memberi jalan kepada kita untuk belajar dan mengamalkan ayat-ayat-NYA. |
Ada sungai di dalam laut?. Secara ilmiah itu tidak mungkin terjadi. Tapi inilah kenyataannya, setelah menyelam sedalam 30 meter mereka menemukan air tawar ditengah-tengah air laut yang asin. Kondisi tersebut berubah dan mereka menemukan air asin kembali setelah menyelam sedalam 60 meter.
Suatu hari, seorang ahli kelautan
bernama Jacques Yves Costeau melakukan penelitian di dasar laut untuk Discovery
Channel. Ia menelurusi fenomena bawah laut di Cenota Angelita, Mexico.
Saat melakukan penyelaman, ia
dikejutkan dengan sebuah fenomena alam yang luar biasa. Dia menemukan air tawar
di antara air laut yang asin. Penemuan itu membuatnya takjub. Bagaimana
mungkin air tawar bisa berada terpisah dalam air laut yang asin?. Kumpulan air tawar tersebut tidak bercampur dengan air asin disekitarnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang memisahkan keduanya. Tetapi itulah
kenyataan yang dia temukan di dalam laut. Rasa ingin tahunya yang besar
membuat Costeau kembali menyelam lebih dalam lagi. Ia menyaksikan fenomena alam
yang lebih mengejutkan lagi. Betapa tidak. Ia melihat ada sungai di dasar
lautan.
Sungai di bawah laut itu
ditumbuhi daun-daunan dan pohon. Para peneliti
menyebut fenomena itu sebagai lapisan Gas Hidrogen Sulfida. Tapi tampak seperti
sungai? Yang menjadi tanda tanya para ahli, mengapa air yang mengalir di sungai
bawah laut itu rasanya tawar?
Sesungguhnya, sekitar 14 abad
lalu, Alquran telah menjelaskan fenomena itu. Simak saja surah Al-Furqan
[25] ayat 53: ''Dan Dialah yang membiarkan dua
laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat
asin lagi pahit; dan Dia Jadikan antara keduanya dinding dan barat yang tidak
tembus.''
Fenomena unik dan aneh itu juga
telah disebutkan dalam surah Ar-Rahman [55] ayat 19-21: ''Dia membiarkan dua laut mengalir yang kemudian keduanya
bertemu, di antara kedua ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. Maka
nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.''
Setelah memperhatikan gambar
diatas, ternyata tidak ada ikan atau hewan air lain yang bisa berkeliaran atau
berenang hilir mudik di perairan ini.
Kenapa ya….???
Menutur salah seorang peneliti,
Sungai Bawah Laut di Mexico diperkirakan dapat menimbulkan berbagai hal yang
membahayakan bagi kehidupan di bawah laut. Memang dalam sebuah penelitian
menunjukkan gas Sulfida (H2S) di sungan bawah laut itu tidak membahayakan
manusia.
Secara umum Gas Sulfida memiliki
sifat yang asam dan bila bercampur dengan air laut atau garam yang ada dalam
kandungan air laut, maka gas ini bisa berbahaya bagi makhluk hidup yang ada di
laut, namun tidak berbahaya bagi manusia, demikian dikatakan Menristek Suharna
Surapranata kepada vivanews.com
Seperti diketahui ‘sungai’ bawah
laut yang terjadi di perairan Cenote
Angelita, Mexico
pada kedalaman 60 meter itu bukanlah sungai sebenarnya. Warna kecoklatan
seperti air sungai itu merupakan lapisan Gas Hidrogen Sulfida. Namun warna
kecoklatan itu bukan berasal dari air tawar.
Disebutkan bagian kecoklatan yang
mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah Gas Hidrogen Sulfida atau H2S.
Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran. Suasana dalam
laut itu mirip sungai lengkap dengan lapiran seperti air yang berwarna
kecoklatan. Ada
pohon lengkap dengan dedaunan yang jatuh berguguran.
Semoga semua ini membuat ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala semakin kuat.
------------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar